Cuma Kebetulan

“Orang baik matinya cepet”
Meninggal di Atap Dunia seperti Soe Hok Gie.
Pergi membawa kegelisahan dan mimpi-mimpi besar.
Menempelkan sisa kebaikan dan ketulusan bagi orang-orang yang pernah kenal dengannya.
“Di tengah pertentangan, Ia tegak berdiri demi kemajuan bangsa”

Semoga beristirahat dengan tenang, Prof. Wijajono Partowidagdo. Wamen ESDM. Pemimpin. Pengajar. Pendidik.

Bisa jadi gara-gara dibunuh, assassination gitu deh.
Dari ribuan taun yang lalu juga udah jadi kebiasaan kan. Orang yang membahayakan pihak mana atau nyerempet-nyerempet rahasia gitu deh dibunuh karena kepentingan
sendiri atau rame-rame.

Kayak Bapak Prof ini nih… Dalam pandangan su’udzon realistis penulis. Bapak yang terhormat ini meninggal karena dibunuh. Loh kok bisa.
Bukan dibunuh sama geng motor atau digantung di Monas, tapi beliau ini dibunuh oleh pihak intelejen.
Nahloh ga tau deh ya, gitu deh kata penulis mah. KATA SAYA LOH KATA SAYA.

Kecurigaan saya berawal saat mendengar kabar dari Ibu yang menangis sesenggukan katanya Pak Wied meninggal di Gunung Tambora.
Beliau dosen yang dulu cukup dekat dengan Ibu, rekan yang baik dan visioner lah, dengan kerendahan hati, kenyentrikan dan ide-ide luar biasanya untuk memajukan bangsa.
Katanya sehat-sehat saja, dengan catatan kesehatan yang lumayan baik, tanpa riwayat sakit jantung, pendaki dari mahasiswa.
Meninggal di gunung karena sakit jantung, kehabisan napas. Udah tua memang. Tapi ga masuk akal aja.

Tercium bau konspirasi nih.

Ibu pulang melayat, terus ngobrol-ngobrol dengan temannya. Katanya Pak Wied, karena pejabat negara, dipaksa untuk check-up dan selalu memeriksakan kesehatan di RS.XXXXXXXXX
Dari situ diceritakan kalau data-data kesehatan mungkin diarsipkan semua oleh para Intelejen, sebagai ‘pengontrol’ dan ‘database’ mereka.
Jadi kalo para pejabat negara bertindak aneh-aneh atau membahayakan para mafia, dengan mudah mereka bisa mengetahui segala seluk-beluk mereka.
Dilihat juga kebiasaan-kebiasaannya, Pak Wied biasa kesini-kesitu, main ini-itu, berolahraga dan mendaki..
Ketika ada jadwal mendaki, mereka bertindak, syuuuuuuuuuut. Lalu tiba-tiba kena serangan jantung deh beliau.

Ibu langsung ngasih tau temennya yang Dirut mana gitu. Temen deketnya sih, mudah-mudahan percaya.

Ibu juga pernah cerita tentang teman-temannya yang meninggal karena alasan yang kurang rasional.
Temannya di Freeport misalnya, peneliti nyamuk tapi di Freeport.
Meninggal di kamar hotel setelah dikabarkan sehat-sehat saja. Masih muda. Karena serangan jantung.
Dan ada beberapa kasus lainnya. Kasus pembungkaman diam-diam.

Novel misteri banget ya.

Bukan hanya orang-orang itu saja, tapi banyak di seluruh dunia yang dibunuh diam-diam seperti kecelakaan untuk menghilangkan bukti dan ancaman.
Kayak di novel Sidney Sheldon “The Doomsday Conspiracy”.

Katanya bekas Menkes Bu Siti Fadillah Supari lagi kena skandal korupsi yah?

Oh iya Menkes kita sekarang tiba-tiba kena kanker stadium 3 loh.

Tulisan di atas saya bikin sesudah Pak Wied meninggal. Beberapa minggu ga dipost-post, tiba-tiba Menkes meninggal ajah. Gmana ga serem. Ini mah beneran. Ga dibikin-bikin.

Advertisements

Author: Kafi Khaibar

Percayalah pada dongeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s