Archive

Monthly Archives: June 2013

Sudah belasan tahun yang lalu sejak pasangan muda itu membawa anak satu-satunya ke taman kota di seberang Gedung Sate. Saat langit malam masih sedikit lebih cerah dari sekarang dan jalanan masih sedikit lebih sepi. Anak itu mencengkeram dengan erat buku astronomi dan rasi bintang di satu tangannya sementara tangan satunya berpegangan pada ibunya. Mereka lalu duduk-duduk disana memandang langit, membanding-bandingkan rasi di atas dengan yang di buku. Tanpa tahu kalau momen itu akan sulit lagi terjadi.

Belasan tahun kemudian anak itu kembali memandang langit. Berusaha melihat sesuatu di langit jalan tol. Nihil. Seakan-akan manusia mengalami penurunan kualitas. Dari langit ke bumi. Dulu mereka memandang langit dan kadang berharap berada disana, sekarang mereka memandang lampu-lampu jalanan. Dulu mereka  menengadah ke langit, sekarang hanya sejajar kepala. Mereka sendiri yang menghapus barang langit, lalu membuat replikanya di bumi. Mereka melupakan masa lalu, dan sekarang kehausan mencari penggantinya.

Beberapa tahun lagi sang anak itu akan mengajak anaknya ke tempat tinggi. Membawa buku rasi bintang kota. “Nak lihat itu rasi bintang Sukarno-Hatta.” Lalu dia berharap anaknya tersenyum seperti yang dia lakukan puluhan tahun lalu.

Advertisements