Archive

Monthly Archives: July 2013

Besok rencananya 1 ramadhan, kalau kata pemerintah. Kalau kata Muhammadiyah sih hari ini. Kata Naqsabandiyah people sih kemaren. Kata Jemaah Al-Sarap sih hari minggu. Pokoknya kemaren ada pengumuman SBMPTN, mau gimana juga tetep aja menarik liat orang-orang bereaksi. Macem-macem banget, ga pernah satu macem. Intinya pasti ada yang ikhlas-ikhlasan gitu loh.

Berhubung besok saya mau 1 Ramadhan-an, saya mau curhat kalo masih belum bisa mengikhlaskan banyak hal. Banyak banget deh, saya masih belum bisa memulai hidup baru dengan hati baru di bulan baru. Salah satu hal sepele yang belum bisa ikhlaskan adalah tumpukan sajak, puisi, dan cerpen. Tulisan-tulisan yang saya bikin di hape lama saya yang butut luar biasa itu. Tulisan-tulisan di hape itu ga ternilai, lalu hilang. Saya kena trauma jurnalistik kali ya haha. Berlebihan dan curhat banget sih, tapi gakpapa lah. Selamat 1 ramadhan-an ya. Mudah-mudahan taun ini ada jangkar-jangkar baru lagi ūüôā

Saya lagi ngeliat keluar jendela bis saat sadar kalau itu adalah akhir juni. Jendela bis emang selalu bikin orang jadi mikir. Kata banyak orang di dunia, sih. Sambil ganti-ganti lagu, nyari lagu yang pas, saya lihat lagi kalender. Benar ternyata sudah hari terakhir bulan juni. Abah Iwan juga mengulang-ngulang tanggal ini saat memberikan pertunjukan motivasi. Acara keren kampus baru selesai, acara yang inspiratif, dan sedang perjalanan pulang.

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Kata Abah, intinya inspirasi itu datang dari diri kita sendiri. Baru kalimat pertama saja saya langsung berpikir. Beruntunglah orang-orang yang selalu menyempatkan diri untuk bengong. Untuk merenungi sekitarnya. Kata Abah, terimakasih sama pohon sudah ngasih oksigen. Saya lalu teringat sama pohon angsana favorit saya di Jalan Diponegoro, yang beberapa kali saya berikan pelukan terimakasih secara harfiah itu. ¬†Selanjutnya saya lupa beliau bilang apa saja. Tapi saya ingat lagi kata teman saya. Bahwa sebuah momen itu ga perlu diingat bagaimana terjadinya, yang penting adalah momen itu meninggalkan kesan dan tau kalau ‚Äėsesuatu‚Äô dalam momen itu tinggal di dalam diri kita.

                Teringat itu hari terakhir bulan juni, juni taun ini juga memberikan banyak momen. Momen-momen yang ga perlu diceritain panjang-panjang, tapi bakal diingat terus sama saya potongan-potongannya. Lagu-lagu yang jadi jangkar, dan pemandangan yang jadi pemicu indera luar biasa. Momen pertemanan, momen penglihatan, momen kebosanan, momen barang rusak, momen keluarga, momen adik-adik, momen saat gelap datang, momen telepon, momen pak satpam, momen saat di tengah keramaian, momen kesepian, momen bahagia luar biasa, momen ujian, momen tertekan, momen martabak, momen susu beruang, momen desa yang jauh disana, momen awan, momen putus asa, momen hujan, momen berdarah, momen bintang-bintang, momen cahaya lampu, momen lampu jalanan, momen lampu mobil, momen kode-kode, momen kehangatan, momen inspirasi, momen terguncang-guncang, momen orang sakit, momen sakit, momen cemburu, momen nyanyi, momen pendengaran, momen di kendaraan-kendaraan. Saya tau kalau suatu kata diulang berkali-kali akan terasa hilang maknanya. Maafkan saya wahai momen-momen.

                 Perjalanan pulang berlanjut, saya melihat pepohonan di pinggir jalan, dan kabut yang menyemprot-nyemprot masuk lewat jendela bis. Kabutnya hilang, lalu saya lihat awan yang tertembus matahari di kejauhan sana. Mungkin orang di Kecamatan Cidaun ada yang lagi lihat awan itu juga. Tapi kayaknya nggak deh, terlalu jauh. Yang jelas saya sama Cidaun masih satu langit, satu pencipta. Saya cuma bisa berterimakasih kepada sang pencipta. Saya diciptakan disini dan mereka diciptakan disana. Ada bagiannya masing-masing. Saya diciptakan disini untuk terinspirasi, dan yang disana diciptakan untuk menginspirasi. Makasih ya pepohonan, makasih ya bulan juni, makasih ya sang bengong, dan makasih ya langit dan bumi Cidaun. Kalau ada sumur di ladang, boleh saya minta tolong ambilkan air. Kalau ada umur panjang, boleh saya minta tolong ambilkan bulan juni bu dan pedesaan tahun depan bu. Untuk menerangi tidurku yang lelap dan gelap di malam hari.