Archive

Monthly Archives: September 2013

Selamat Ulang Tahun Jawa Barat.

Ledakan kembang apinya lama sekali. Beberapa puluh menit. Atau kurang dari 10 menit tapi berasa cukup lama karena agak monoton. Yang saya perhatikan adalah kalian. Menengadah ke atas. Ke langit. Diiringi lagu yang mungkin dibuat oleh Dissa Kamajaya dan kawan-kawannya. Dengan sendu, lagunya terus mengalun. Dan kembang apinya juga terus meluncur. Debu kembang api terus menebal. Mungkin ada sampai satu ton kembang api yang diledakkan saat itu. Selama peluncuran ada yang bosan karena tidak ada variasi ledakan. Ada yang melihat ke sekeliling memerhatikan ekspresi orang-orang. Ada yang berharap kembang apinya cepat habis karena dia ingin pulang. Atau kebelet buang air besar. Ada yang berharap pertunjukan kembang apinya cepat selesai karena dia kurang suka keramaian dan suara bising tapi cahaya dari kembang api itu mubazir untuk dilewatkan, dan dia merasa tanggung karena sudah setengah jalan nonton.

Pertunjukkan kembang api itu selesai. Tapi atmosfer sendunya masih ketinggalan. Kalian seperti menunggu kembang api lanjutan. Apakah akan ada lagi? Kepala kalian masih menghadap ke langit. Banyak yang menurunkan kepalanya. Ada yang sudah main hape lagi. Asapnya masih mengambang-ngambang di udara. Baunya sudah mulai turun ke daratan. Dicium oleh penonton kembang api.  Hening masih terjadi.Tiba-tiba ada suara MC. Mereka dibayar untuk meramaikan suasana. Untuk mengisi kekosongan. Sendunya pecah. Kalian pindah fokus. MC menjadi pusat perhatian lagi. Kepala kalian turun. Kalian mulai berbubaran. Mengobrol lagi dengan keluarga, atau teman, atau pacar kalian.

Betapa indahnya hidup kita kalau tidak ada MC,  dan kita terhipnotis pulang.  Terbius dengan suasana sendu,  pulang dengan kepala yang tertunduk, lalu berjalan bersama dalam keadaan hening. Merenungkan apa yang sebenarnya mereka sudah rayakan, dan mengucapkan selamat malam pada udara Bandung yang sudah dikotori ratusan kilogram debu kembang api.

Tanah pasundan yang sudah jadi kebarat-baratan, Jatinangor. Tepat 14 minggu kemudian.