Archive

Monthly Archives: April 2014

Saya berdiri di antara puluhan teman-teman baik saya. Memukul-mukul tong warna biru yang bunyinya dipaksakan keras. Pemandangan yang saya lihat hanya tong di depan saya yang dipukul-pukul dengan tangan yang sudah mulai lecet. Bahagia sekali rasanya, berapi-api, penuh semangat, dan penuh rasa memiliki. Entah kenapa saya bahagia.

Ketika saya disuruh memimpin yel-yel, apa yang ada di dalam pikiran saya banyak sekali. Takut gagal memberikan komando, takut garing, takut salah berteriak. Tapi ketika teriakan saya diikuti oleh semua teman-teman di sekeliling saya, rasanya luar biasa lega. Dan gelombang semangat pun kembali masuk bersama gemuruh suara yang kalian teriakkan. Pasti begitu pula yang kalian rasakan kan? Tam, Wit, Iqi, Elsa, Fatimah, Ayu, Nanda, Fachri, Pradit. terimakasih Nostra punya sangat banyak korek untuk menyulut kami semua, bensin yang kadang cukup cepat menguap.

Ketika yel-yel berkumandang, raga ini otomatis bergerak. Saya ingin semangat yang saya miliki bisa tertular pada kalian. Lewat gerakan yang gila, badan juga tangan yang tersenggol, dan peluh yang terciprat. Bagi semua yang selalu datang dan berteriak, para ‘Suara Abis’ yang selalu menyemangati para kebanggaan Nostra. Kalian pasti tahu rasanya seperti apa. Rasa semangat yang menguar di udara, dan kepuasan ketika kita seakan-akan berhasil menyemangati para kebanggaan itu.

Saya berdiri di antara serakan bahan dekor dan kalian yang tergeletak tidur kelelahan. Kalian yang sudah sangat kelelahan beberapa minggu ke belakang, menyiapkan properti dan kostum untuk segala sesuatunya. Saya cuma mampu berusaha untuk selalu ada, menyemangati kalian seadanya dan ingin jika mampu menteleport kalian ke kasur waktu ketiduran. Saya tidak cukup niat seperti kalian yang mengonsep dan bekerja keras berkarya. Saya tahu lelahnya mengecat dan mencium bau pekat, menggunting bahan-bahan keras, menempel sana sini, mendesain kostum, dan saya salut kepada kalian yang mampu bergadang berhari-hari mengerjakan semua ini. Udah hilang belum trauma dan capenya? Bert, Nis, Aul, Gret, Pus, Shof, Sri, Ju, Mor, Diar, Cel, Git, Ran, Elsa, Tant, Del, Bel, Yar, Kia, Pipit, Sarah, Fani, Tace, semua yang kelewat lapor ya 🙂 tangan-tangan ahli kalian luar biasa.

Saya duduk di antara kalian semua. Menunggu detik-detik pengumuman siapa yang terbaik. Dan ketika hasilnya seperti yang diharapkan kalian berteriak sampai paru-paru kalian bergeser salah posisi. Jika tidak, kadang air mata dan bisikan kata kotor yang keluar, sungguh besar cinta kalian. Di tengah riuh rendah itu mungkin saya melihat wajah-wajah kecewa kalian dengan mereka yang terlihat lebih asik, yang punya atribut. Pasti menyenangkan ya bisa seragaman nanti. Maafkan saya tidak bisa menyelesaikan hal dengan benar dan tepat waktu. Maafkan ketua angkatan. Ketua kontingen. Semuanya.

Yang teman-teman hebat saya alami ini mungkin mirip seperti nasionalisme fanatik, atau suporter bola anarkis, atau fans artis, atau penggila partai politik. Meneriakkan yel-yel yang sama berulang-ulang dan berharap bisa merubah keadaan. Tapi saya yakin ini berbeda. Suatu bentuk kecintaan yang lain, keinginan mendukung dan melihat teman seperjuangan kita meraih keberhasilan. Karena yang sedang berjuang bukanlah orang asing atau suatu yang abstrak. Tapi mereka yang duduk di sebelah kita saat tutor, teman satu kamar atau satu lantai atau satu bale dulu waktu tahun pertama, teman dekat yang selalu bersama kita bergerombol-gerombol, sahabat yang selalu kita repotkan, kekasih, kekasih sahabat-sahabat kita sendiri. Saya percaya karena hal inilah teman-teman rela sampe larut malam pun berteriak-teriak sampai C6-C3-C5 sepertinya retak karena kalian semua.

Apa yang terjadi 2 minggu ke belakang ini sangat luar biasa. Kalian yang mungkin bertengkar tanpa ada yang tahu karena mengurusi semua ini, yang uangnya terpakai banyak sekali dan belum diganti, yang waktu luangnya terkuras habis, yang isi otaknya dikuras habis-habisan mengeluarkan ide cemerlang, yang jari-jari dan hatinya cedera, dan yang menangis sedih, kecewa, marah dan kelelahan. Air mata kalian luar biasa. Yang tumpah menetes ke lapangan atau pundak teman sebelahnya. Kali itu lah air mata rasanya tidak terlalu asin, namun manis.

Untuk teman-teman yang berkontribusi di tempat lain, terimakasih tak terhingga. Kalian pahlawan yang tidak terlihat dan jasa kalian tak terbayarkan. Lain kali kita rasain semangat dan suara abis bareng-bareng ya. Untuk Kebanggaan Nostra, kalian hebat. Dan untuk Puput yang selalu ada mendukung saya, terimakasih. Besok semua ini selesai, dan apapun yang terjadi, kita akan kembali ke rutinitas. Tapi lihatlah sekeliling, pasti banyak di antara kalian yang menjadi lebih dekat, lebih akrab, dan bersyukurlah bisa terikat lebih dalam bersama mereka. Mereka, para orang-orang yang dulunya asing sama sekali, dan dengan milyaran probabilitas dipertemukan oleh takdir di bawah langit Jatinangor tahun 2012.