Archive

Monthly Archives: February 2015

Aku telah terserang radang

Aku sedang terserang sakit meradang

Jangan kecil hati karena sakit

Jangan besar hati karena pernah banyak sulit

Berjalan ke arah pulang

Terlantar dan lantaran tak punya rumah

Aku hanya berjalan ke sana

Sana, yang mungkin ada lampu-lampu dan sinar oranye hangat

Karib-karibku menyapa

Kata siapa karib, kataku saja

Kata siapa menyapa, mereka hanya menggerakkan lengan

Lengan-lengan orang yang punya tempat pulang

Aku senang, kata siapa aku tidak senang

Sendirian dengan barang-barang kesukaanku

Sendirian dengan Surayah teman baikku

Dan Dilannya tahun 1990

Kupakai Heimatau untuk terakhir kali

Semoga beruntung, perjalanan aman lewat samudera

Aku ingin jadi kakak yang baik

Tidak hanya jadi kakak yang meraja

Rumput-rumput menjelma jadi tempat berlari

Karena kosong tak lagi kita berjalan

Katamu harus belajar berjalan sebelum bisa berlari

Agar tidak jatuh di hari kemudian

Aku bahagia, aku senang, kata siapa aku tidak senang

Lihat di wajahku ada alis yang naik

Dan gigi kuning tidak diingatkan sikat gigi

Berlari dan bersembunyi bersama saudaraku

Karib

Jika Bandung diciptakan indah

Tidak pasti tidak memberikan sedih

Sedih dalam setiap lampu merah

Sepi dan selalu perih

Aku tak mau Bandungku jadi Bandungmu

Punya hak apa kau mengisi Bandung dengan tiap tindak-tandukmu

Tindak-tanduk kita

Katamu hanya sementara, hanya satu hari saja

Untukku, jangan sedih lagi

Tentang saya dan beberapa hari terakhir yang nelangsa. Tentang Bandung dan tentang adik-adikku. Tentang teman dan tentang kamu.

Advertisements