Archive

Monthly Archives: November 2015

Kamu sedang berdiri di depan sebuah maha karya lukisan yang dibuat ratusan tahun lalu. Ada perjalanan hingga benda itu bisa sampai di depanmu. Perhatikan, setiap titik di lembaran yang bersatu membentuk cerita. Setiap goresan yang memberi warna. Setiap bulir debu yang telah dan sedang menempel di benda itu.

Bagus.

Kamu sedang memegang sebuah karya ilmu pengetahuan yang dicetuskan ratusan tahun lalu. Ada subjek, predikat, dan objek yang diatur dengan usaha. Perhatikan, setiap koma di lembaran yang bertabur membentuk makna. Setiap lekukan yang mengajarkan semesta. Setiap tetes keringat yang tidak mengetahui bahwa ia telah tertetes. Tertetes untuk selembar ilmu yang kamu sedang pegang itu.

Bagus.

Kamu tidak lagi berdiri atau memegang. Kamu dikubur. Tapi dia sedang memegang dan berdiri. Ada perjalanan yang telah kamu lewati hingga sepatumu menipis. Ada keringat yang telah tertetes. Ada debu-debu berterbangan yang pernah bersamamu di badan. Ada goresan dan titik-titik yang ditulis dengan tujuan. Tidak dengan kebetulan.

Kita selalu tertekan. Sampai di akhir tertekan tanah.

Tapi akan tiba saatnya kita berakhir pekan. Lalu tiba hilangnya lelah.

Karena kamu akan membawa cerita yang orang tak pernah dengar sebelumnya.