Archive

Monthly Archives: February 2016

Saya sering terlibat obrolan malam yang topiknya tidak berhenti. Kadang ada yang mencerahkan, banyak yang membingungkan, dan beberapa membuat kesal.
Bermalam-malam yang saya lewati itu, membuat saya sadar akan hal sederhana bahwa benar manusia bermacam-macam, bahwa semua punya pengetahuannya masing-masing, bahwa ada alasan kenapa ada kelompok dan pengotak-ngotakan sosial, bahwa kita tidak bisa memaksakan prinsip pribadi, lantas kehilangan teman.

“Gue sih mending pindah kewarganegaraan aja kalo jadi dia (Rio Haryanto). Lebih mendingin karier lah.”

Kata mereka, lalu diiyakan.

Nasionalisme adalah abstrak. Karakter tercipta dari perspektif.

Saya hanya terhenyak, merasa tidak selaras, lalu tidur dengan lelah, mungkin gelisah, tidak bermimpi apa-apa. Bahkan tidak memimpikan Indonesia.