Turbulensi

SADARkah kamu bahwa kita tidak pernah menyentuh apapun? 

Kita terdiri dari sekian pangkat atom yang bekerja sama, entah dengan kesadaran atau tidak. Atom-atom tersebut menyusun kita semua, termasuk saya, orangtua saya, paman saya yang baik, paman saya satu lagi yang pernah kesetrum radio, pemilik Camry yang mengemudi sambil merokok tadi siang, satpam yang bingung karena setiap hari saya kasih uang parkir beda-beda–kadang 2000, 2500, 3000, 5000, 2800, 7000, 3500, 2200– beserta koin-koin tersebut dengan segenap keluarga kuman di permukaannya, semua terbentuk dari atom.

Sahabat-sahabat atom yang kecilnya sulit dipahami itu memiliki kerabat dalam lingkup kecilnya yang laten; proton, neutron, elektron, deutron, atau apapun itu sebelum seseorang yang belajar fisika mengkritisi saya. Teman-teman atom itu berada pada jarak yang jauh satu sama lain, relatif terhadap ukuran mereka. 

Dari sekian milyar benda yang ada, semua itu terbentuk dari atom yang pada dasarnya adalah kosong. Kosong seperti benar-benar kosong. Tanpa materi atau mungkin antimateri, atau ranah lain yang tidak perlu disebut sebelum Professor Planck bangkit dari kubur.

Ketika saya memeluk ibu saya tadi pagi sebelum berangkat ke Puskesmas, atom-atom kami memberikan perlawanan satu sama lain. Dengan muatan lemah dalam tiap jarak terkecil, menolak atom-atom kami untuk ikut berpelukan. 

Ketika saya bercengkerama dengan dua sahabat saya di hembusan asap Perkedel Bondon untuk ke sekian kalinya, obrolan kami mengosong ke udara seperti perkedel dan uang di kantong kami. Menjadi kosong dan tidak tersentuh lagi. Sama dengan atom yang nihil dan tidak pernah bisa tersentuh.

Saya dan kamu mungkin sebanding dengan jarak antara elektron dan proton. Namun ketika saya dan kamu dibatasi oleh sungai dan jalanan Jasa Marga, proton dan neutron hanya diisi kekosongan.

Saya dan kamu tidak bersentuhan, namun begitu pula ketika bertemu dan bersalaman.

Saya dan kamu sejauh dan sekosong seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

When two highly feelings atoms collided, turbulences can occur.

Jika atom tidak membuatmu frustasi, saya tidak tahu apa yang bisa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: